Rabu, 30 April 2014

Ketika Hidup Tanpa Arah

Diposkan oleh Yulianti Hamasah di 20.25
sebuah judul yang mengisahkan bagaimana manusia pada saat ini kehidupannya tanpa arah ,.
mereka berjalan dengan begitu saja , tanpa arah dan tujuan yang jelas, bahkan diantara mereka banyak yang mati-matian mencari segalanya, dan hal yang dia kejar mati-matian pada akhirnya tidak bisa di bawa mati,.
contohnya : uang, harta, jabatan, martabat ,.

manusia pada saat ini lebih memprioritaskan kebahagiaan dan kesenangan duniawi yang sifatnya semu ,.
terkadang saya bingung melihat para koruptur , dia mengambil uang yang bukan menjadi hak nya, dia berfoya-foya dengan uang yang bukan hak nya,.
apakah dia tidak berfikir bagaimana keadaan dia setelah mati?
apakah dia lupa akan akhirat ?

saya sendiri tidak bisa memungkiri, saya ingin kaya banyak uang , tapi hal itu tidak saya jadikan prioritas, karena kebahagiaan menurut saya bukan dari uang, atau kekayaan ,. tapi ada didalam hati yang tenang, tanpa beban, dekat dengan  ALLAH SWT ,.

kenapa saya tidak gila-gilaan seperti orang mencari rezeki yang tidak halal , yang cepat, dan instan ?
karena saya tau saya hidup didunia ini hanyalah sementara, dan saya tidak ingin hidup saya dikotori dengan hal yang tiada guna,. mencari kesenangan duniawi yang sifatnya semu ,.

saya pernah kenal dengan seseorang dia seorang muslimah dan saya banyak belajar dari dia tentang hidup,. dia tidak kaya , tapi saya lihat hidup dia bahagia, rutinitas yang dia lakukan dakwah, dan dia tidak kerja, dia hanya menjual buku-buku agama yang untungnya mungkin tidak seberapa, tapi saya melihat dia , dia sangat bahagia, tidak takut akan rezeki, karena dia tau rezeki dia sudah diatur oleh ALLAH, dan tidak akan tertukar dengan orang lain, maka hidup dia nyaman,.

saya mungkin dulu salah satu korban dari pencinta dunia, sebelum saya mengenal Islam lebih mendalam ,. saya dulu juga pernah menjalani hidup tak tentu arah, saya menjalani hidup bagaikan air yang mengalir, tanpa tau tujuan, harus seperti apa dan bagaimana ,.
dan kemudian hidayah itu datang melalui perantara teman saya, dia yang mengenalkan Islam secara kaffah,.

dia memberikan 3 pertanyaan besar kepada saya, yang pada saat itu saya tidak bisa menjawab dan kaku ,.

1. Dari mana kita ?
2. Apa tujuan kita ?
3. Mau kemana kita ?

dan jawabannya adalah kita dari ALLAH, kita didunia ini tujuannya tidak lain untuk beribadah kepadaNya, hingga kelak kita akan kembali kepadaNya,.

maka sia-sialah hidup kita jika kita terus mencari kebahagiaan dan kesenangan dunia dengan cara yang tidak disukai oleh ALLAH , bahkan diharamkan karena tidak sesuai syari'atNya ,.






0 komentar:

Poskan Komentar

 

desain oleh antonia sundrani modifikasi edwin januar | www.sintesaleaf.com